Rabu, 07 Oktober 2020

Ribuan mahasiswa turun aksi di tengah pandemi untuk menolak omnibus law cipta kerja


PALEMBANG, LPMBritas  Ribuan mahasiswa datang ke depan gedung DPRD Sumsel (Rabu 07/10/20) untuk menolak omnibuslaw UU cipta kerja yang telah disahkan oleh DPR RI.


Selain mahasiswa Unsri ada mahasiswa lainnya yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa ini,seperti universitas Islam Raden Fatah, universitas Muhammadiyah, universitas tridinanti termasuk universitas Tamansiswa dll


Di tengah masa pandemi ini tak menyurutkan aksi mereka untuk menolak omnibuslaw UU cipta kerja..meski begitu mereka juga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker walau sulit untuk menerapkan sistem jaga jarak.


Aksi mahasiswa ini membuat kemacetan di sekitaran jalan gedung DPRD,namun pada aksi tersebut tidak terjadi kericuhan semua berjalan dengan aman dan damai


Mereka meneriakkan nyanyian dan berorasi di depan gedung DPRD

"Satu komando,satu perjuangan" teriak kompak para mahasiswa 


Pada aksi penolakan omnibuslaw UU cipta kerja aparat kepolisian  mengamankan beberapa pelajaran SMK yang ingin ikut serta,diduga pelajaran SMK tersebut akan membuat kerusuhan dan salah satu dari mereka datang dengan membawa bom molotov yang disembunyikan ditubuhnya.



Reporter dan Penulis: Marcelia & Nurpandiyah

@LpmBritas

Rabu, 22 April 2020

Seberapa Kuat Indonesia Menangkal Covid -19

Sumber: refzqisafei.blogspot.com



Assallamualaikum wr wb selamat Malam Semuanya, Kali ini saya akan menulis tentang Seberapa Kuat negara ini menagkal serangan yang mengguncang bumi ini. Pandemi Covid 19 melibas Hampir semua negara di bumi ini bahkan negara super kuasa pun kewalahan menghadapi nya lantas Bagaimana dengan indonesia yang mempunyai penduduk 267,7 Juta penduduk.

Menerapkan Psbb (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Sejak Indonesia dinyatakan Banyak Yang terkena Virus covid 19 pemerintah mulai menetapkan himbauan PSBB tujuan menangkal Virus corona dan yang daerah pertama menetapkan PSBB melalui persetujuan Mentri Kesehatan, Lantas apakah cara itu berhasil?

Nyatanya sejak mulai diberlakukan PSBB di DKI Jakarta mulai tanggal 10 April sampai dengan 24 April masih banyak yang melakukan pelanggaran, Masih banyak nya Masyarakat yang berkumpul tanpa menggunakan masker dan juga polemik Ojek Online, Yang menurut peraturan Menkes tidak boleh mengangkut Penumpang Orang, sedangkan peraturan Kemenhub boleh membawa penumpang (orang) jelas ini membuat masyarakat Bingung Akan dualisme kebijakan tersebut. dan Juga tentang pemberlakuan KRL kenapa tidak dihentikan oprasi nya, jelas masyarakat ditekankan tidak boleh keluar rumah dan sebagainya tapi mengapa pemerintah malah membuat akses terjadinya penularan walaupun sudah menerapkan protokol kesehatan. Sekedar saran dari Penulis Mengapa tidak di tutup saja pak jalur daerah tersebut mulai dari darat,udara dan Air jangan sampai ada yang datang dan pergi, percuma kalo kita PSBB masyarakat ditekan tidak kemana mana tapi yang dari luar terus datang. mungkin pemerintah tidak mengkarantina Wilayah karena pertimbangan ekonomi,tapi pak kalo semakin lama masa pandemi ini maka semakin banyak biaya yang akan di keluarkan.


Asimilasi dan Integrasi Narapidana

kementrian hukum dan Ham memutusakan untuk mengeluarkan Narapidana dalam keputusan menteri hukum dan ham tertanggal 30 Maret 2020. tetapi apalah daya keputusan itu telah membuat banyak keresahan mulai dari banyaknya mantan Narapidana yang baru dikeluarkan namun tetap berulah kembali. apakah kebijakan tersebut berhasil meredam virus yang sedang menguji negeri ini?
bukankah kalo mereka tetap di rumah tahanan bisa meredam penularan dengan menutup akses kunjungan secara langsung ke lapas dibandingkan berkeliaran diluar. ia memang ada yang masih punya keluarga dan rumah tapi masih banyak yang belum jelas tempat tinggal nyadan berkeliaran bebas diluar

Dampak Sosial

Sejak di berlakukan PSBB di beberapa daerah di Indonesia sudah Banyak Para pekerja/Pengusaha Yang terkena dampak nya, Mulai dari PHK yang sdh mencapai 2 jt an belum lagi PHK berikutnya Apalagi setelah dibebaskan nya 35 Ribu Narapidana dan membuat angka kemiskinan di negeri ini semakin meningkat

demi menangkal virus tersebut banyak masyarakat kita kawan' terdekat kita yang terkena dampak sosial nya mulai dari Mahasiswa seperti yang saya alami sendiri di salah satu perguruan tinggi swasta banyak kawan-kawan yang bersedih tidak bisa membayar biaya kuliah karena tidak lagi bekerja dan orang tua tidak mempunyai pemasukan karena usaha orang tua tutup. bukan kah pendidikan penting bagi masyarakat setelah pangan. mohon kepada pemerintah daerah maupun pusat bisa memberikan dispensasi bagi temen-temen yang terhimpit biaya kuliah

Percaya kepada Pemerintah

Pemimpin Tertinggi di negeri ini Bapak Joko widodo yang telah terpilih 2 periode untuk memimpin negara yang memiliki penduduk terbesar ke 3 di dunia itu merupakan bukti kepercayaan masyarakat kepada bapak.

Mohon kepada bapak tidak usah pusing memikirkan keuangan negara serahkan saha ke mentri keuangan dan para pakar ekonomi yang ada di negeri ini, mohon bapak fokus saja urus keselamatan masyarakat karena sejatinya tidak ada presiden yang terpilih 3 periode jadi ini merupakan kesempatan Emas bapak untuk mengukir sejarah, tolong lindungi kami semua pak sebagai warga negara .

Terima Kasih
Salam Hangat
Refzqi Safei



Sabtu, 18 April 2020

MAPALA DEWANTARA UNITAS PLG LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DAN PENYEDIAAN CUCI TANGAN

BRITAS, Palembang - sebagai upaya menghadapi pandemi Virus Corona (Covid-19), UKM MAPALA DEWANTARA Universitas Tamansiswa Palembang melakukan penyemprotan disinfektan dan Penyediaan cuci tangan pada Sabtu,(18/04).

Sumber: Mapala Dewantara


Kegiatan dilaksanakan dari pukul 09:30 WIB s/d 14:00 WIB. Lokasi yang menjadi tempat penyemprotan ialah dibagian gedung A dan gedung B Universitas Tamansiswa Palembang.

"Hal yang mendasari kami melakukan penyemprotan ini guna untuk pencegahan penularan virus corona (covid19).Dan titik fokus penyemprotan, yang pasti yang sering di sentuh". Ujar A.Getra Wijaya Ketua UKM Mapala Dewantara.

Saat melakukan penyemprotan disinfektan di ruang-ruang kelas dan disekitar lingkungan kampus. A.Getra Wijaya mengatakan bahwa " Untuk pelaksanaannya sampai saat ini belum ada kendala, akan tetapi untuk bahan dan alat semprot saja yang masih pinjam dari pihak lain. Rencana kegiatan ini mudah-mudahan kedepannya Insha Allah di laksanakan secara berkala, untuk penerpan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Berharap ketika kegiatan ini terlaksanakan kedepannya dari pihak Rektorat/Birokrasi Mensuport terus kegiatan positif ini, baik dalam segi materi dan nonmateri ".

Sumber: Mapala Dewantara


Mereka menjelaskan bahwa disinfektan yang mereka gunakan hasil dari pembuatan mereka sendiri dengan menggunakan bahan seperti: wipol,baiklin dan air serta tambahan biang dari dinas kesehatan. Harapan mereka selanjutnya setelah kegiatan ini berlangsung, mahasiswa beserta dosen Universitas Tamansiswa dapat lebih rutin dalam menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

SALAM DAN BAHAGIA
SALAM PERS MAHASISWA
SALAM LESTARI

Penulis:Marcelia Agatha

Jumat, 17 April 2020

Ketakutan Mengalahkan Rasa Empati


Antara/Shutterstock
Refzqi Safei - Mahasiswa

Sengaja saya buat tulisan ini karena jujur bangsa indonesia sedang benar benar di uji rasa kemanusiaan dan jiwa sosial nya.

Akhir-akhir ini kita benar benar di uji bahkan dunia adidaya sekali pun kewalahan menghadapi pandemi ini. Di indonesia pandemi Covid-19 sudah bak virus yang sedang mencari mangsanya , sejak bulan maret di umumkan oleh pemerintah bahwa ada kasus positif di indonesia mulai pada saat itu terjadi kepanikan yang sampai melampaui batas.

Panic Buying

Sejak di beritahukan bahwa indonesia mulai ada kasus corona (Covid-19)  membuat gelonjakan pasar makin tak karuan, mulai dari pemborongan Masker,sabun,sembako. disaat bangsa kita menghadapi situasi seperti ini pantaskah tindakan kita sepeti itu?
Jangan lah kawan "ia orang yang mempunyai uang bisa beli itu semua tapi apalah daya saudara" kita yang lain jangan sampai rasa kepanikan tersebut membuat saudara kita menangis.

Stigma terhadap korban

Covid-19 Banyak membuat orang merasa panik bahkan khawatir kalo berdekatan dengan orang yang ada hubungan dengan virus tersebut. Contohnya pengusiran perawat dari kost-an nya bahkan sampai penolakan jenazah yang akan di kuburkan. Ada banyak kasus penolakan penguburan jenazah dengan alasan takut tertular ke masyarakat sekitar. Apakah benar sepeti itu?

Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Syahrizal Syarif menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu takut jika ada pasien Corona Covid-19 yang dimakamkan di lingkungannya.

Syahrizal menjelaskan, virus Corona Covid-19 yang terdapat pada pasien meninggal tidak akan mungkin berkembang melalui tanah dan terjadi penularan.

Jadi sudah jelas kalau Jenazah  di kubur sesuai protokol covid -19 yang dikeluarkan oleh kemenkes tidak akan menular. Jadi jangan lagi lah ada penolakan kasihan keluarga nya mereka itu bukan lah Aib untuk di tolak kubur nya
Jangan sampai dengan ujian ini membuat rasa simpati kita dikalahkan oleh ketakutan yang berlebihan

Dengan menghilangkan stigma terhadap penderita Covid19 maupun keluarga nya sudah membantu memutus rantai virus tersebut dengan membuat orang berani memeriksa apakah ada gejala dari virus tersebut.
Kalau stigma terus di lakukan bagaimana kita bisa bebas dari pandemi ini?
Orang" jadi takut untuk berkata jujur tentang akan kesehatan nya

Jauhi Penyakitnya Tapi Tidak Kemanusiaan Nya.

Kamis, 16 April 2020

LPM Britas Menggelar Diskusi Online Omnibus law Vs Covid-19

Palembang, Britas. Lpm Britas (Lembaga Pers Mahasiswa) menyelenggarakan Diskusi Online pada 15/04/2020 yang mengangkat tema Omnibus Law Vs Covid-19.
Sengaja kami mengangkat tema tersebut karena indonesia sedang tidak baik baik saja ketika Pemerintah dan Dpr Mulai merancang Undang- Undang yang di buat tanpa melibatkan rakyat.
Dan juga indonesia bahkan dunia sedang diuji oleh pandemi covid-19.
Diskusi online tersebut di Moderatori oleh Saudari Nurpandiyah mahasiswa fakuktas teknik kimia Universitas tamansiswa palembang dan Dengan Narasumber bapak Alip dian Pratama,SH., MH. Ketua Garbi Sumsel.

Diskusi ini berlangsung Selama 2 Jam di dalam Grup Diskusi Whatsapp Sejak dimulai Awal diskusi Antusiasme peserta sangat banyak bahkan sampai ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab karena keterbatasan waktu.

"Di ikuti lebih dari 100 peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai kota seluruh Indonesia Banyak ada dari  UIN Jakarta dari Riau dari pangkal pinang." Ujar Isrin Panitia Diskusi Online

Dari beberapa pertanyaan peserta ada pertanyaan yang Membahas dampak Omnibus law  terhadap perempuan.

"Alasan mengapa tidak ada hak khusus perempuan dalam omnbus law ?
Dimana letak keadilan terhadap kaum perempuan, apakah ada kebijakan, apakah ada tanggungan ???."  Kurnia sari, Unsri

Dan langsung dijawab Oleh Narasumber

"Itu dia yg kita perjuangkan dr awal.. dgn adanya ruu omnibus tsb, secara langsung meniadakan pasal2 tentang hak khusus terhadap perempuan yang diatur di UU Ketenagakerjaan..

Jadi awalnya sudah ada pengaturan terhadap hak khusus perempuan dalam UU Ketenagakerjaan, tapi jika Omnibus disahkan, praktis pengaturan tsb jd ga relevan.." Alip Dian Pratama, SH., MH

Diakhir diskusi ada kata-kata yang disampaikan oleh Narasumber untuk memotivasi kawan-kawan yang ada di diskusi grup

"Terima kasih atas partisipas dan antusiasme dari kawan-kawan. smg silaturahim kita berkah dan membuat kita semakin kian terkoneksi dengan isu-isu strategis kenegaraan hari ini sehinga kita tidak jadi bagian dari matarantai apatisme mahasiswa.

HIDUP MAHASISWA!!!

SALAM PERSMA

Penulis : Refzqi Safei